Kenapa kabar lintas negara terdengar sayup?
Keputusan bank sentral di benua lain jarang langsung terasa. Ia melewati kurs dulu, lalu harga barang impor, lalu ongkos kirim. Jedanya panjang. Pembaca yang cuma menangkap judul biasanya menyimpulkan peristiwa itu tidak ada sangkut pautnya dengan dompet sendiri, padahal efeknya baru mampir beberapa pekan kemudian.
Penyebab kedua: bahasa. Istilah hukum, sebutan jabatan, dan nama lembaga sering dipadankan seadanya. Menteri dalam negeri di satu negara mengurus polisi, di negara lain mengurus pemilu. Padanannya sama, isinya berbeda.
Ketiga, volume. Dalam sehari ada ratusan peristiwa luar negeri yang layak dicatat, tetapi hanya segelintir yang cukup berbobot untuk dibunyikan lewat corong. Versi ringkasnya tayang di rubrik Berita; halaman ini menyimpan versi panjangnya beserta latar cerita.
Tiga penyebab, satu akibat: suara yang sampai perlu diperbesar tanpa diubah nadanya.